UNIVERSITAS JAMBI

Fakultas Teknologi Pertanian

Selayang Pandang

Tingginya kebutuhan terhadap insinyur dari bidang ilmu teknologi pertanian berdampak pada peningkatan permintaan SDM di bidang tersebut yang berimplikasi pada ttingginya minat lulusan sekolah menengah atas untuk melanjutkan pendidikan tingginya ke program studi dalam bidang ilmu teknologi pertanian. Implikasi ini harus dijawab dengan membuka seluas mungkin akses pendidikan tinggi di bidang ilmu teknologi pertanian bagi lulusan sekolah menengah atas, jika tidak ingin berkah pembangunan dalam bentuk kesempatan kerja bagi tenaga profesional tersebut direbut oleh tenaga kerja asing sebagai dampak globalisasi, khususnya pemberlakuan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC).

Dilain pihak, seiring dengan tuntutan globalisasi yang terjadi dalam segala aspek, kini telah semakin dirasakan peningkatan kebutuhan sumberdaya manusia yang memiliki kualitas yang handal dan kompeten dengan kualifikasi yang semakin tinggi. Dalam konteks pembangunan regional, kebutuhan tenaga profesional baik oleh lembaga perguruan tinggi, instansi teknis maupun berbagai perusahaan di wilayah Provinsi Jambi semakin meningkat. Namun hal ini masih kurang didukung oleh supply yang masih kurang memadai. Dengan tingginya kebutuhan dan supply yang terbatas tersebut maka sumberdaya manusia yang ada harus memiliki tingkat kompetensi yang tinggi.

Menyadari potensi sumber daya alam yang dimiliki provinsi Jambi di subsektor perkebunan, maka kebijakan pembangunan pemerintah Provinsi Jambi dititik beratkan pada pengembagan agroindustri perkebunan yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan taraf hidup masyarakat serta membuka kesempatan kerja. Hal ini sejalan dengan Masterplan Percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi (MP3EI) yang menempatkan provinsi Jambi dalam koridor ekonomi (KE) sematera dengan enam kegiatan ekonomi utama. Dua diantaranya di subsektor agroindustri perkebunan kelapa sawit dan karet.

Berdasarkan hasil perhitungan persatuan insinyur indonesia (PII) hingga tahun 2015 dibutuhkan 211.124 insinyur dari semua jurusan. Kebutuhan ini akan terus meningkat. Pada periode 2021-2020, dibutuhkan 336.878 insinyur. Selanjutnya 2021-2025 dibutuhkan 546.075 insinyur. Para insinyur itu dibutuhkan untuk mengisi kebutuhan implementasi proyek koridor ekonomi (38%), konektivitas (22%), peningkatan kapasitas SNM dan iptek (!0%) dan penguatan birokraso (30%). Untuk pengembangan korodir ekonomi, khususnya di bidang agroindustri hingga 2015 dibutuhkan 4.438 insinyur teknologi industri pertanian dan 3.804 insinyur teknologi hasil pertanian. Sedangkan untuk peningkatan kapasitas SDM dan Ipek hingga tahun 2015 dibutuhkan 784 insinyur pertanian, 588 insinyur teknologi pangan, 588 insinyur teknologi industri pertanian, 588 teknologi insinyur teknologi hasil pertanian.

Pada periode 2016-2020 dibutuhkan 10.350 insinyur teknik pertanian, 8.020 insinyur teknologi pangan, 8.020 insinyur teknologi industri pertanian dan 7.010 insinyur teknologi hasil pertanian. Adapun pada periode 2021-2025 dibutuhkan 16.780 insinyur teknik pertanian, 13.000 insinyur teknologi pangan, 13.000 insinyur teknologi industri pertanian dan 11.360 insinyur teknologi hasil pertanian. Dengan demikian, program MP3I yang sudah dimulai dan terus bergulir setidaknya hingga tahun 2025 membutuhkan sekurang-kurangnya 87.540 insinyur teknologi pertanian untuk implementasi proyek koridor ekonomi di bidang agroindustri.

Universitas Jambi sebagai perguruan tinggi di Indonesia bertugas untuk menyelenggarakan Pendidikan dan Pengajaran kepada masyarakat baik secara formal dalam institusi perguruan tinggi (in wall) maupun pendidikan non formal di luar kampus melalui pengabdian kepada masyarakat. Tugas pokok yang diemban oleh Universitas Jambi adalah menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan kebudayaan kebangsaan Indonesia dengan cara ilmiah yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian serta Pengabdian kepada Masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi). Sesuai dengan tugas pokok yang diemban tersebut maka fungsi Universitas Jambi sebagai lembaga pendidikan tinggi adalah:

  1. Melaksanakan pengembangan pendidikan dan pengajaran,
  2. Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan kebudayaan khususnya ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan dan seni,
  3. Melaksanakan pengabdian pada masyarakat,
  4. Melaksanakan pembinaan civitas akademika, dan
  5. Melaksanakan kegiatan pelayanan administratif.

Penambahan fakultas teknologi pertanian pada universitas jambi (FATETA-UNJA) dilatarbelakangi empat pokok permasalahan yang berhubungan dengan : 1) akar histori pertumbuhan dan perkembangan provinsi Jambi, 2) kebutuhan sumberdaya manusia (SDM) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut, 3) tantangan global terhadap upaya pemenuhan kebutuhan SDM dan iptek, serta 4) mandat peyelenggaraan program studi yang relevan dengan kebutuhan SDM dan Iptek untuk percepatan peetumbuhan dan perkembangan daerah yang menopang pembangunan nasional.

Untuk dapat mengoptimalkan pelaksanaan fungsi Universitas Jambi dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran yang disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, tekonologi informasi, dan persaingan global yang semakin ketat, maka Universitas Jambi harus ikut berperan dan memberikan sumbangan aktif serta secara konsisten meningkatkan mutu sumber daya manusia yang berminat menuntut ilmu pengetahuan di Universitas Jambi. Hal ini juga sesuai dengan misi pendidikan tinggi yang diatur pada penjelasan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 yakni mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dinamika pembangunan baik internal Provinsi Jambi maupun lingkungan sekitar yang tumbuh semakin cepat menyebabkan semakin tingginya tuntutan pasokan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kualifikasi dan daya saing yang tinggi dalam berbagai bidang. Perkembangan yang sama pesatnya terjadi pula di bidang Teknologi Pertanian dimana SDM dituntut untuk dapat menyelesaikan permasalahan teknologi pertanian di masyarakat berkaitan dengan penyediaan produk olahan pangan dan non pangan strategis berdasarkan prinsip tata kelola yang baik pada sektor swasta maupun sektor publik.

Sesuai dengan tuntutan AFTA (Asean Free Trade Area) dan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang telah mulai diberlakukan sejak akhir tahun 2015 dulu, maka seluruh negara Asia Tenggara menjadi satu kawasan regional yang tidak lagi bersekat dalam hal urusan ekonomi dan pendidikan.  MEA merupakan suatu tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang ingin dicapai masyarakat ASEAN, di mana di dalamnya terdapat konvergensi kepentingan dari negara-negara anggota ASEAN untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi. Sebuah perekonomian yang terbuka, berorientasi keluar, inklusif dan bertumpu pada kekuatan pasar merupakan prinsip dasar dalam upayapembentukan komunitas ini. Berdasarkan cetak biru yang telah diadopsi oleh seluruh negara anggota ASEAN, kawasan Asia Tenggara melalui pembentukan MEA akan ditransformasikan menjadi sebuah pasar tunggal dan basis produksi. Sebuah kawasan yang sangat kompetitif; sebuah kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata; dan sebuah kawasan yang terintegrasi penuh dengan perekonomian global.

Sebagai sebuah pasar tunggal dan basis produksi, terdapat empat elemen inti yang mendasari MEA, yaitu:

  1. Free Movement of Goods and Services. Konsep ini memungkinkan terjadinya pergerakan barang-barang dan jasa tanpa ada hambatan (pajak bea masuk, tarif, quota), yang merupakan bentuk lanjut dari kawasan perdagangan bebas (sebagaimana AFTA) dengan menghilangkan segala bentuk hambatan perdagangan yang tersisa.
  2. Freedom of Establishment and Provision of Services and Mutual Recognition of Diplomas. Konsep ini menjamin setiap warga negara ASEAN akan bebas membuka praktek layanan (profesional) di setiap wilayah ASEAN tanpa ada diskriminasi kewarganegaraan.
  3. Freedom of Movement for Skilled and Talented Labours. Konsep ini dimaksudkan untuk mendorong terjadinya mobilitas tenaga kerja sesuai dengan tuntutan pasar dan memberi kesempatan para pekerja untuk menemukn pekerjaan terbaik sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki.
  4. Free Movement of Capital. Konsep ini akan menjamin bahwa modal atau kapital akan bisa berpindah secara leluasa diantara negara-negara ASEAN, yang secara teoritis memungkinkan terjadinya penanaman modal secara bebas dan efisien.

Arus bebas tenaga terampil dapat diartikan bahwa semua warga negara ASEAN dapat keluar masuk untuk mencari pekerjaan tanpa adanya hambatan dari pihak negara yang dituju. Yang dimaksud tenaga kerja terampil adalah pekerja yang mempunyai keahlian, keterampilan khusus, pengetahuan dan keahlian dibidangnya yang dapat berasal dari lulusan perguruan tinggi maupun yang didukung kemampuan informal yang diperoleh dari lembaga pendidikan informal seperti kursus bahasa asing ataupun kursus kompetesi lainnya, serta dari pengalaman kerja. Untuk mendukung arus bebas tenaga terampil, maka disusunlah mutual recognation arragement (MRA). MRA dapat diartikan sebagaikesepakatan bersama seluruh anggota ASEAN untuk menerima beberapa atau semua aspek hasil penilaian seperti hasil tes atau sertifikat.

Tantangan terberat di dunia pendidikan Indonesia adalah bagaimana menyiapkan skilled labour berupa para lulusan yang mampu beradaptasi, bersaing, dan menjadi pemenang di MEA. Berdasarkan kamus umum diketahui bahwa skilled labour yang sering diterjemahkan sebagai tenaga kerja terampil/terdidik, dapat diartikan sebagai pekerja yang mempunyai keterampilan khusus, pengetahuan, atau kemapuan dibidangnya. Pekerja terampil bisa berasal dari lulusan perguruan tinggi, akademi, atau teknisi, dan sebagainya.

Kemampuan tersebut akan dapat dipenuhi hanya jika tersedianya lembaga pendidikan setara fakultas dengan bidang keilmuan yang khusus mempersiapkan tenaga ahli yang kompeten di bidang teknologi pertanian baik sebagai tenaga perencana, pelaksana maupun pengembang, yaitu Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi (FATETA-UNJA). Keberadaan FATETA-UNJA akan menyiapkan SDM yang mampu memberikan layanan yang prima kepada bangsa dan negara melalui ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dikuasainya, baik di bidang sistem produksi, teknologi proses ataupun teknologi dan rekayasa produk berbasis kekayaan sumberdaya hayati.

Pendirian institusi pendidikan formal setingkat fakultas dalam suatu sistem tata kelola yang baik diyakini dapat mengawal pemanfaatan kekayaan sumberdaya alam (SDA) benar-benar untuk sepenuhnya bagi kejayaan bangsa dan negara Indonesia dan pemanfaatannya pun diyakini dapat dilakukan dengan cara yang bijaksana berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Untuk melahirkan IPTEK dan SDM di bidang pengelolaan sumberdaya hayati itulah UNJA mendirikan Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA-UNJA) dengan misi memberikan layanan prima di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.  Layanan tersebut diberikan dengan landasan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya IPTEKS di bidang teknologi pertanian.  Dengan sistem tata kelola yang baik, FATETA-UNJA akan menciptakan lulusan (SDM) dengan kompetensi keilmuam yang mampu  memanfaatkan IPTEKS dalam bidang keahliannya dan mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi dalam penyelesaian masalah.Para lulusan FATETA-UNJA diharapkan mampu memanfaatkan ilmu dan teknologi untuk merancang suatu sistem pertanian, komponen atau proses dalam memenuhi kebutuhan pengembangan bidang pertanian.  Selain itu, para lulusan FATETA-UNJA diharapkan dapat menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan spesialis dan mendalam di bidang-bidang tertentu, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural.

Berdasarkan kajian sekilas diatas dapat disimpulkan bahwa SDM dengan kualifikasi ahli untuk profesi teknologi pertanian yang berorientasi akademis untuk mengantisipasi dan mengakomodasi perkembangan bidang pertanian di masyarakat yang begitu pesat semakin dibutuhkan, khususnya di provinsi Jambi. Di lain pihak, saat ini lembaga pendidikan setara sarjana (Strata–1) di bidang teknologi pertanian belum ada di wilayah Provinsi Jambi, selain FATETA-UNJA. Atas dasar kondisi tersebut, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi mengajukan proposal untuk dapat terdaftar dalam sistem Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Universitas Jambi dan Kemenristek Dikti.

Statuta Universitas Jambi yang yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional RI No. 154/0/2004 pada tanggal 30 November 2004, yang merupakan pedoman dasar dan acuan untuk merencanakan dan mengembangkan program serta menyelenggarakan kegiatan fungsional institusi sesuai dengan tujuan Universitas Jambi, di dalamnya tercantum dengan jelas adanya peluang bagi pengembangan jurusan, program studi dan Fakultas baru yaitu menyiapkan peserta didik memiliki kemampuan profesional yaitu pendidikan profesional sebagaimana yang dimaksudkan dalam tujuan pendirian Fakultas Teknologi Pertanian Unja.

 

1.2  Tujuan Pembentukan Fakultas Teknologi Pertanian

Pembentukan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi bertujuan untuk:

  1. Aspek Pendidikan
  • Meningkatkan layanan penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang teknologi dan manajemen produksi, proses, dan produk berbasis sumberdaya hayati;
  • Meningkatkan efektifitas dan efesiensi pemanfaatan sumberdaya pendidikan tinggi yang ada di Universitas Jambi;
  • Meningkatan kinerja penyelenggaraan pendidikan tinggi di Universitas Jambi;
  • Memberikan layanan profesional di bidang teknologi dan manajemen produksi, proses, dan produk berbasis sumberdaya hayati;
  • Meningkatkan daya tampung mahasiswa dalam rangka untuk berpartisipasi memberikan pemerataan kesempatan belajar pada pendidikan tinggi;
  • Menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia
  1. Aspek Penelitian
  • Meningkatkan secara kuantitas dan kualitas penelitian mahasiswa dan dosen bidang bidang teknologi dan manajemen produksi, proses, dan produk berbasis sumberdaya hayati;
  • Membangun pusat penelitiandi bidang teknologi dan manajemen produksi, proses, dan produk berbasis sumberdaya hayati;
  • Mengembangkan kerjasama penelitian baik regional dan international
  • Mendiseminasikan hasil-hasil penelitian di bidang teknologi dan manajemen produksi, proses, dan produk berbasis sumberdaya hayati;
  1. Aspek Pengabdian
  • Meningkatkan kesempatan untuk menjalin kerjasama;
  • Merealisasikan rencana pengembangan Universitas Jambi dalam memantapkan jumlah fakultas dibidang eksakta, khususnya untuk rumpun ilmu terapan;
  • Meningkatkan peran Universitas Jambi dalam implementasi pengelolaan sumberdaya hayati secara berkelanjutan;
  • Mewujudkan tatakelola pendidikan tinggi yang sehat dan memenuhi standar mutu di bidangsarana dan prasarana pembelajaran.

 

1.3 Dampak Pembentukan Fakultas Teknologi Pertanian

Pembentukan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi diharapkan berdampak pada:

  • Meningkatnya jumlah dan mutu lulusan program pendidikan tinggi di bidang ilmu dan teknologi pertanian khususnya di bidang pengelolaan sumberdaya hayati secara berkelanjutan;
  • Meningkatnya jumlah dan mutu hasil-hasil penelitian dan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat di bidang ilmu dan teknologi pertanian khususnya di bidang pengelolaan sumberdaya hayati secara berkelanjutan;
  • Universitas Jambi dapat lebih berpartisifasi aktif dalam penyediaan sumberdaya manusia terampil di bidang ilmu dan teknologi pertanian yang memang sangat dibutuhkan dalam era globalisasi terkait AFTA dan MEA.

UNIVERSITAS JAMBI

Fakultas Teknologi Pertanian

Jl. Tri Brata Km.11 Pondok Meja, Mestong Muaro Jambi. 0741-580051